TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pelaksanaan program gentengisasi di Sulawesi Tenggara masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi Sultra. Informasi tersebut disampaikan Gubernur Andi Sumangerukka, saat diwawancarai usai kegiatan Simposium Nasional di Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan realisasi program tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah perencanaan dan pendanaan dinilai siap. Namun, purnawirawan TNI AD ini, menilai kebutuhan biaya program tersebut relatif terjangkau.
Mantan Komandan Korem 143/Halu Oleo ini menyampaikan, program gentengisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Selain itu, kebijakan ini juga dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memproduksi genteng.
"Jadi kita bisa memanfaatkan masyarakat yang bergerak di bidang UMKM pembuatan genteng,” ujarnya.
Menurut lulusan Akademi Militer (Akmil) ini, penggunaan genteng juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal. Karena atap berbahan seng cenderung menyerap panas, sehingga suhu di dalam rumah meningkat, terutama di daerah dengan cuaca panas. Sedangkan, genteng mampu meredam panas lebih baik, sehingga suhu ruangan lebih stabil dan mendukung terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat bagi masyarakat.
“Kan bagus pakai genteng daripada seng, apalagi di wilayah-wilayah yang panas. Ini sebenarnya menyangkut masalah kesehatan,” jelasnya.
Kantor Gubernur Sultra berada di Kompleks Bumi Praja, Jalan Haluoleo, Kecamatan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Gubernur-ASR-Sebut-Program-Gentengisasi-di-Sulawesi-Tenggara-Masih-Sesuaikan-Anggaran.jpg)